Home / Berita / FAKULTAS HUKUM UNIDHA GELAR SEMINAR PEMILU 2019 UNTUK PEMILIH PEMULA

FAKULTAS HUKUM UNIDHA GELAR SEMINAR PEMILU 2019 UNTUK PEMILIH PEMULA

Hukum-Unidha. Sebagai salah satu langkah meminimalisir golput dalam pemilihan umum 2019, Fakultas Hukum Universitas Wisnuwardhana Malang menggelar seminar bertajuk “Pemilih Pemula : Peran Generasi Pemula Milenial dalam Mensukseskan Pemilu 2019” di aula geduang F pada Sabtu (23/2) lalu.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 250 siswa –siswi SMA dan SMK se-Malang Raya dan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang, Prof. Dr. Suko Wiyono S.H.,M.H ini menghadirkan tiga pembicara dari berbagai bidang diantaranya Santoko, Spdi (Ketua KPUD Kabupaten Malang), Heru Mulyono, SIP, MT. (Sekretaris Bakesbangpol Kota Malang) serta Dr. Imam Ropli, S.H.,M.H (Dosen Pascasarjana Universitas Wisnuwardhana).

Dalam kesempatan itu, Rektor Unidha Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H. menyampaikan bahwa akan membantu untuk mensosialisasikan ke beberapa pihak guna kesuksesan pemilu 2019. Beliau menambahkan siapapun pilihannya mahasiswa harus ikut mencoblos, tidak perlu ada TPS di kampus. Sebab, saat ini generasi millenial ada sekitar sekitar 30 juta. Maka saya akan bantu sosialisasikan melalui Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan Provinsi, biar sukses, paling tidak di Jawa Timur.

Menurut Heru Mulyono, SIP, MT. (Sekretaris Bakesbangpol Kota Malang), saat ini generasi milenial mempunyai massa yang besar. Kota Malang sendiri memiliki kurang lebih 25 ribu potensi pemilih muda pada Pemilu 2019. “Generasi milenial ini mayoritas merupakan calon pemilih tidak loyal atau swing voters. Maka penting untuk dapat mencari dan menyaring informasi sendiri di tengah teknologi informasi yang berkembang kian cepat, agar tidak mudah termakan oleh berita-berita hoax,” kata Heru.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum, Dr. Imam Ropii, SH., MH., mengatakan, pengetahuan dasar terkait prinsip-prinsip dasar demokrasi dan pemilu merupakan modal awal yang harus diketahui oleh para pemilih pemula. Tujuannya agar ke depan mereka memiliki pemahaman yang benar tentang demokrasi dan pemilu.

“Dengan mereka memahami, mengetahui, baik itu azas, prinsip, hukum, tata pelaksanaan, diharapkan mereka mau ikut berpartisipasi sebagai wujud tanggung jawab mereka sebagai bagian dari warga negara Indonesia,” sebutnya.

Wakil Ketua Panitia Seminar, Ridayanti mengemukakan bahwa seminar ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan informasi mengenai pemilihan umum khususnya bagi generasi milenial. “Sebagai salah satu institusi pendidikan hukum di Kota Malang, kami ingin memberikan sosialisasi bagi para pemilih pemula yakni generasi milenial supaya tidak salah pilih. Kami berusaha memberi pandangan sari berbagai sudut, agar nantinya mereka tidak apatis, karena generasi milenial ini mempunyai andil yang sangat penting dalam pemilihan umum 2019. (ron-red)